Hadist Tentang Kisah 3 Orang Pemuda yang Terperangkap dalam Gua

Kisah 3 Orang Pemuda yang Terperangkap dalam Gua

Kita masih dalam “Bab Ikhlas dan Menghadirkan Niat disetiap Perbuatan dan Perkataan, baik secara terang-terangan atau tersembunyi”, Yakni Hadist yang ke 12 pada Syarah Ringkas Kitab Riyadhus Shalihin.

وعن أبي عَبْد الرَّحْمَن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخطَّابِ، رضيَ اللهُ عنهما قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ: “انْطَلَقَ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَتَّى آوَاهُمُ الْمبِيتُ إِلَى غَارٍ فَدَخَلُوهُ، فانْحَدَرَتْ صَخْرةٌ مِنَ الْجبلِ فَسَدَّتْ عَلَيْهِمْ الْغَارَ، فَقَالُوا: إِنَّهُ لاَ يُنْجِيكُمْ مِنْ الصَّخْرَةِ إِلاَّ أَنْ تَدْعُوا الله تعالى بصالح أَعْمَالكُمْ قَالَ رجلٌ مِنهُمْ: اللَّهُمَّ كَانَ لِي أَبَوانِ شَيْخَانِ كَبِيرانِ، وكُنْتُ لاَ أَغبِقُ قبْلهَما أَهْلاً وَلا مالاً فنأَى بِي طَلَبُ الشَّجرِ يَوْماً فَلمْ أُرِحْ عَلَيْهمَا حَتَّى نَامَا فَحَلبْت لَهُمَا غبُوقَهمَا فَوَجَدْتُهُمَا نَائِميْنِ، فَكَرِهْت أَنْ أُوقظَهمَا وَأَنْ أَغْبِقَ قَبْلَهُمَا أَهْلاً أَوْ مَالاً، فَلَبِثْتُ وَالْقَدَحُ عَلَى يَدِى أَنْتَظِرُ اسْتِيقَاظَهُما حَتَّى بَرَقَ الْفَجْرُ وَالصِّبْيَةُ يَتَضاغَوْنَ عِنْدَ قَدَمى فَاسْتَيْقظَا فَشَربَا غَبُوقَهُمَا. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ مِنْ هَذِهِ الصَّخْرَة، فانْفَرَجَتْ شَيْئاً لا يَسْتَطيعُونَ الْخُرُوجَ مِنْهُ.
قَالَ الآخر: اللَّهُمَّ إِنَّهُ كَانتْ لِيَ ابْنَةُ عمٍّ كانتْ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيَّ”وفي رواية: “كُنْتُ أُحِبُّهَا كَأَشد مَا يُحبُّ الرِّجَالُ النِّسَاءِ، فَأَرَدْتُهَا عَلَى نَفْسهَا فَامْتَنَعَتْ مِنِّى حَتَّى أَلَمَّتْ بِهَا سَنَةٌ مِنَ السِّنِينَ فَجَاءَتْنِى فَأَعْطَيْتُهِا عِشْرينَ وَمِائَةَ دِينَارٍ عَلَى أَنْ تُخَلِّىَ بَيْنِى وَبَيْنَ نَفْسِهَا ففَعَلَت، حَتَّى إِذَا قَدَرْتُ عَلَيْهَا”وفي رواية: “فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْليْهَا، قَالتْ: اتَّقِ اللهَ وَلاَ تَفُضَّ الْخاتَمَ إِلاَّ بِحَقِّهِ، فانْصَرَفْتُ عَنْهَا وَهِىَ أَحَبُّ النَّاسِ إِليَّ وَتركْتُ الذَّهَبَ الَّذي أَعْطَيتُهَا، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعْلتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ، فانفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ غَيْرَ أَنَّهُمْ لا يَسْتَطِيعُونَ الْخُرُوجَ مِنْهَا.
وقَالَ الثَّالِثُ: اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَأْجَرْتُ أُجرَاءَ وَأَعْطَيْتُهمْ أَجْرَهُمْ غَيْرَ رَجُلٍ وَاحِدٍ تَرَكَ الَّذي لَّه وَذَهبَ فثمَّرت أجْرَهُ حَتَّى كثرت منه الأموال فجائنى بَعدَ حِينٍ فَقالَ يَا عبدَ اللهِ أَدِّ إِلَيَّ أَجْرِي، فَقُلْتُ: كُلُّ مَا تَرَى منْ أَجْرِكَ: مِنَ الإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَم وَالرَّقِيق فقالَ: يا عَبْدَ اللَّهِ لا تَسْتهْزيْ بي، فَقُلْتُ: لاَ أَسْتَهْزيُ بِكَ، فَأَخَذَهُ كُلَّهُ فاسْتاقَهُ فَلَمْ يَتْرُكْ مِنْه شَيْئاً، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتغَاءَ وَجْهِكَ فافْرُجْ عَنَّا مَا نَحْنُ فِيهِ، فَانْفَرَجَتِ الصَّخْرَةُ فخرَجُوا يَمْشُونَ “متفقٌ عليه

“Abu Abdurrohman, Abdulloh bin ‘Umar bin Khottob rodhiallohu ‘anhu berkata, aku mendengar Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda, _“Tiga orang dari kaum sebelum kalian berjalan-jalan hingga mereka bermalam disebuah gua. (Tiba-tiba), sebuah batu besar jatuh dari gunung, dan menutup pintu gua. Mereka berkata,”Tidak akan ada yang dapat menyelamatkan kita dari batu besar ini, kecuali jika kita berdoa kepada Alloh dengan amal baik kita.”

Orang pertama berkata, “Ya Alloh, aku memiliki dua orang tua yang lanjut usia. Aku tidak pernah mendahulukan keluarga atau budak untuk minum susu (di sore hari) sebelum mereka berdua. Pada suatu hari, aku terlalu jauh mencari pepohonan (kayu bakar) hingga aku tidak pulang kecuali keduanya sudah tidur. Lalu aku memerah susu untuk mereka, tapi mereka sudah tidur.

Aku tidak ingin membangunkan mereka, tapi aku juga tidak ingin memberikan susu itu kepada keluargaku (anak dan istri) atau budak. Gelas itu tetap di tanganku menanti kedua orang tuaku bangun hingga fajar terbit. Padahal, anak-anak yatadhoghouna (menjerit kelaparan) di kakiku.

Keduanya (ayah dan ibu) bangun lalu meminum air susu itu. Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk ibtigho’a wajhika (mengharap wajah-Mu), maka singkirkanlah batu ini.” Batu itupun bergeser, namun mereka belum bisa keluar.

Laki-laki yang lain berkata, “Ya Alloh, sesungguhnya aku memiliki sepupu wanita yang sangat aku cintai.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Aku sangat mencintainya, sebagaimana seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Fa-arodtuhaa (aku menginginkan dirinya) (ingin menggaulinya), namun dia selalu menolak. Ketika ia ditimpa paceklik, ia datang meminta bantuan kepadaku. Aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia mau menyerahkan dirinya untukku. Diapun setuju.

Ketika aku sudah menguasainya…” Didalam riwayat lain disebutkan “Ketika aku bersiap menggaulinya, ia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah dan laa tafuddho khootam (jangan kamu pecahkan tutup) kecuali dengan cara yang sah’. Maka aku meninggalkannya, padahal dia adalah orang yang paling aku cintai.

Emas (dinar) yang kuberikan kepadanya tidak aku ambil lagi. Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhoan-Mu, maka berilah kami jalan keluar dari cobaan ini.” Batu itupun bergeser namun mereka belum juga bisa keluar.

Laki-laki ketiga berkata, “Ya Alloh, aku mempunyai sejumlah buruh. Aku berikan gaji mereka, kecuali satu orang. Ia pergi (begitu saja) dan tidak mengambil gajinya. Fatsammartu (lalu aku kembangkan gajinya) itu, hingga menjadi banyak.

Beberapa tahun kemudian, ia datang kepadaku seraya berkata, ‘Tuan, berikan gajiku (yang dulu).’ Aku berkata, ‘Semua yang kamu lihat : unta, sapi, kambing dan budak, adalah gajimu.’

‘Tuan, Anda jangan menghinaku.’

‘Aku tidak menghinamu.’

Lalu ia mengambil seluruhnya. Ia menggiring seluruh ternak itu dan tidak menginggalkan satu pun.

Ya Alloh, jika perbuatanku itu untuk mencari keridhoan-Mu, maka berikan kepada kami jalan keluardari cobaan ini.” Maka batu itupun bergeser dan mereka bisa keluar” [Muttafaq ‘Alaih].

Faedah Lughoh

  • Yatadhoghouna : Menangis kelaparan, berteriak/menjerit kelaparan.
  • Ibtigho’a Wajhika : Mengharap wajah-Mu (Alloh), mengharapkan ridho Alloh.
  • Fa-arodtuhaa : Aku menginginkan dirinya, ingin menggaulinya.
  • Laa Tafuddho Khootam : Jangan kamu pecahkan tutup. Tutup disini adalah kiasan dari Kemaluan & Keperawanan.
  • Fatsammartu : Lalu aku kembangkan gajinya, aku banyakkan uangnya.

Faedah Hadits

  1. Anjuran untuk berdoa di waktu susah dan senang, dengan menggunakan amal sholih sebagai perantara
  2. Anjuran untuk tawassul dengan amal shalih
  3. Berbuat baik kepada orang tua, dan mendahulukan mereka daripada anak dan istri adalah perilaku yang sangat baik.
  4. Anjuran untuk menjauhi perkara yang dilarang, terutamaketika mampu menjauhinya untuk mendapatkan ridho Alloh.
  5. Memenuhi janji, memegang amanah, dan tidak mempersulit urusan dalam bisnis adalah perilaku yang sangat baik.
  6. Doa yang didasari dengan keikhlasan dan kesungguhan serta menjadikan amal shalih sebagai pengantar, pasti terkabul,
  7. Alloh tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat amal shalih.

Wallohu A’lam, Wabillahit Taufiq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

52 − 51 =