5 Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Bila kita berada di taman yang indah. Terlihat bunga-bunganya yang bermekaran, tumbuhannya yang hijau, rasanya hati kita senang sekali. Berada di sebuah taman yang indah. Namun tak kalah indahnya yaitu bulan Dzulhijjah.

Bulan Dzulhijjah juga adalah merupakan bulan yang indah bagi orang-orang yang ada di dalam hatinya Iman dan Islam, bagi orang-orang yang menginginkan kehidupan akhirat.

Apa keindahan bulan Dzulhijjah?

Tentu keindahan yang dimaksud di sini adalah indahnya dan lezatnya beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

1. Sebagai Bulan Haram

Allāh menjadikan Bulan Dzulhijjah adalah bulan Haram. Dan bulan Haram adalah bulan yang harus kita hormati.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَالِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ

“Sesungguhnya jumlah bulan ketika Allāh menciptakan langit dan bumi adalah 12 bulan, diantaranya bulan-bulan Haram. Itulah agama Allāh yang lurus. Jangan kalian menzhalimi diri kalian di bulan-bulan tersebut.” (At Taubah: 36)

4 bulan Haram itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Dan bulan Dzulhijjah termasuk bulan Haram.

Perbuatan zhalim di bulan itu adalah sangat dilipatgandakan dosanya oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Demikian pula perbuatan amalan shālih, dilipatgandakan oleh Allāh.

2. Hari yang utama untuk Beramal

Terlebih di awal Dzulhijjah (10 hari awalnya), ini adalah hari yang paling utama untuk beramal shālih melebihi amalan di bulan Ramadhān.

Allāh berfirman:

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi waktu fajar dan demi sepuluh malam.” (QS. Al Fajr: 1-2)

Kebanyakan ulama tafsir berkata:

“10 malam yang dimaksud yaitu di 10 awal bulan Dzulhijjah.”

Juga Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ.

“Tidak ada hari-hari yang amalan shalih lebih dicintai oleh Allāh kecuali di 10 awal bulan Dzulhijjah.” (HR. Al Bukhari (no. 926), Abu Dawud (no. 2438), At Tirmidzi (no. 757) dan Ibnu Majah (no. 1727). Dan ini lafazh Abu Dawud, dari shahābat Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhu)

Subhanallāh!

3. Terdapat Ibadah yang Agung

Disana ada ibadah yang agung yaitu ibadah haji ke Baitullāh. Anda pernah berhaji?

Siapapun yang pernah berhaji dia akan merasakan betapa syahdunya dan nikmatnya ketika berhaji. Di saat wuqūf di ‘Arafah, di saat melempar jumrah, di saat bermalam Muzdalifah..

Sebuah kenangan-kenangan yang indah di saat kita berhaji.

Dan itu merupakan amalan yang agung di sisi Allāh, dimana dia adalah merupakan salah satu dari Rukun Islām yang ke-5.

Keindahan yang berikutnya,

4. Bulan Qurban

Disana ada ibadah bagi mereka yang tidak haji, yaitu berqurban dan berpuasa di tanggal 9 bulan Dzulhijjah.

Maka pada waktu itu kesempatan emas untuk kita beramal shālih.

Dengan berpuasa pada tanggal 9 bulan Dzulhijjah, bisa digugurkan dosa kita tahun yang lalu dan tahun yang akan datang, jata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kemudian juga, beramal ibadah qurban, dimana kita menyembelih hewan qurban.

Allāh mengatakan:

لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ

“Tidak akan sampai kepada Allāh, darah dan tidak pula dagingnya. Akan tetapi yang sampai kepada Allāh adalah ketaqwaan di antara kalian.” (QS. Al Hajj : 37)

Dimana kaum Muslimīn semuanya bersuka cita dengan menikmati daging hewan qurban tersebut.

Kemudian, keindahan selanjutnya,

5. Hari Tasyriq

Di sana ada:

أَيَّامُ التَّشْرِيق

(ayyāmut tasyrīq).

Yang disebutkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagai:

أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

(ayyāmu aklin wa syurbin), hari makan dan minum.

Allāh berfirman:

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ

“Berdzikirlah kalian kepada Allāh di hari-hari yang telah ditentukan (yaitu di hari-hari Tasyriq).” (Al Baqarah: 203)

Disitu Allāh menyebutkan di hari-hari Tasyrīq kita disuruh banyak berdzikir kepada Allāh.

Sementara mereka yang berhaji, mereka melontar jumrah selama 3 hari (11, 12, 13), melontar Jumrah ‘Ūlā, Wustha dan ‘Aqabah.

Subhanallāh! Itu adalah hari-hari yang penuh dengan ibadah.

Terasa indah bagi mereka yang beriman kepada Allāh dan kehidupan akhirat, yā Akhī..

Maka dari itulah, betapa indahnya bulan Dzulhijjah itu bagi mereka orang yang betul-betul berlomba dalam kebaikan.

Mari kita songsong bulan Dzulhijjah dengan penuh kegembiraan. Allāh berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakan dengan karunia Allāh dan rahmat-Nya lah hendaknya mereka bergembira, itu lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan dari kehidupan dunia.” (Yūnus: 58)

Disini Allāh menyuruh kita bergembira, dengan apa? Dengan nikmat hidayah, dengan nikmat iman.

Itulah rahmat haqiqi yang Allāh berikan. Lalu Allāh mengatakan:

“Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan daripada kehidupan dunia.”

Maka kita gembira dengan datangnya bulan Dzulhijjah.
Kenapa?

Karena ini kesempatan emas kita mendulang pahala yang besar dan mendapatkan ampunan dari Allāh. Semoga kita diberi kekuatan untuk senantiasa beramal shālih di hari-hari itu.

Download Audio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 57 = 62