Apakah ada Doa Khusus Bagi Pemberi dan Penerima Zakat Fitrah?

Kewajiban dari zakat fitr dan zakatul maal adalah niat bagi orang yang akan berzakat bahwa yang dikeluarkan ini adalah zakat bukan sedekah biasa untuk membedakan “li ta maizi baina fardhi wa nafl.” …. pembeda ini adalah kewajiban dan bukan amalan sunnah. Dia niatkan zakat tersebut, cukup, tidak perlu di lafadzkan niatnya.

Mengenai doa, di firmankan oleh Allah subhanahu wata’ala :

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۗ إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

Dan …
Bahwa doa itu akan menentramkan mereka,
itu di sunnahkan dalam zakatul maal, itu ketika diambil

خُذْمِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ.

Allah memerintahkan kepada Rasulullah, ambil zakat dari harta mereka, diambil. Ketika seorang dipaksa diambil hartanya, dia akan merasakan sesuatu dalam jiwanya dan berkurang hartanya.

Kalau anda keluarkan dengan sukarela, dengan senang hati, tentu tidak terlalu bermasalah dalam hati anda. Tetapi bila ditarik, dihitung, berapa kambingnya, berapa ininya, berapa, dihitung, akan berat anda melihat perhitungan tersebut.

Maka, untuk menyelamatkan jiwa anda, Allah memerintahkan Rasulullah

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ (doakan mereka).

Maka, Rasulullah mendoakan :
Allahuma wa sholi ‘ala fulan ( Ya Allah berilah rahmat kepada fulan).

Itu doa dari yang menarik zakat kepada yang ditarik zakat, yang dia adalah wakil dari fakir miskin. Kalau umpamanya amil, ketika menarik menghitung zakatnya, bila seseorang ingin mengantarkan zakat malnya, jangan terima begitu saja, bila anda (sbg) amil.

Bila anda mengerti syariat Allah subhanahu wata’ala, datangi dan tanyakan :”Pak saya hitung dulu, ini sudah cukup atau kurang”. Kalau anda tanyakan demikian, introgasi demikian, dia akan merasa sesuatu dalam jiwanya kan? Ketika itu dianjurkan, disunnahkan anda untuk mendoakan. Bila tidak, wallahu ta’ala ‘alam, tidak ada satu pun riwayat yang menjelaskan doa khusus bagi yang menerima dan yang memberikan.

Doa yang biasa beredar di jelaskan oleh para ulama syafi’iyah :
“Ajarakallahu fiimaa a’thait”,

ini doa umum saja, dan doa apapun yang diucapkan in syaa Allah tidak bermasalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 6