8 Hal yang Harus diketahui Suami Istri Tentang Keuangan Rumah Tangga

Keuangan keluarga dalam Islam sudah diatur sedemikian rupa sehingga ada wilayah Kewenangan antara suami & istri untuk menggunakannya.

Zaman modern saat ini, sudah lumrah jika yang mencari nafkah tidak hanya Suami sebagai kepala keluarga, tetapi juga Istri ikut berperan ikut serta berusaha, berdagang, memproduksi barang maupun jasa untuk mencari rezki Allah secara halal

Ini merupakan hak setiap manusia tanpa diskriminasi antara laki dan perempuan. Bila kita tahu bahwa kaum wanita diberikan oleh Allah hak milik dan kebebasan untuk memiliki, maka sudah semestinya mereka juga memiliki hak untuk berusaha dan mencari rezki.

8 Hal Penting Keuangan Rumah Tangga

  1. Aturan syari’ah, penghasilan istri 100% milik istri, sedangkan penghasilan suami ada yang wajib dijadikan nafkah untuk anak dan istri, kalau kewajiban nafkah sudah terpenuhi barulah sisanya jadi milik suami.
  2. Standar nafkah wajib apa saja? Ulama berbeda pendapat dalam penetapan poin-poin apa saja yang masuk nafkah wajib, ada yang mengatakan bahwa perhiasan emas tidak termasuk nafkah wajib, ada yang memasukkan obat-obatan sebagai nafkah wajib ada yang tidak, dan sebagainya.
  3. Kalau suami bekerja dan istri fokus di rumah, sebaiknya penghasilan suami 100% dijadikan harta bersama saja, atau kalau suami gajinya besar dan tak mau dijadikan harta bersama, sebaiknya tetap memberi anak dan istri diluar nafkah wajib sekira membuat anak istrinya bahagia, jangan yang wajib-wajib saja.
  4. Kalau suami dan istri sama-sama bekerja, boleh-boleh saja penghasilan istri semuanya milik istri, dan suami menafkahi yang wajib-wajib saja. Sebab istri ada penghasilan, sehingga tidak terlalu repot kalau perlu itu ini diluar nafkah wajib, tapi kalau suami memberikan lebih tidak berdosa, malah istrinya tambah happy, istri happy suamikan happy juga.
  5. Kalau suami mengirimkan uang buat orangtuanya, sebaiknya memberlakukan yang sama, atau tetap ada kepedulian kepada orang tua istri (mertua), agar istri juga senang, walaupun secara syari’ah suami tidak wajib menafkahi mertuanya.
  6. Kalau suami penghasilannya rendah, istri tidak bekerja, sebaiknya istri tidak minta cerai, tapi bantulah suami dengan kesabaran, doa dan dukungan.
  7. Kalau suami malas bekerja, sementara istri ada penghasilan, kalau suami masih ada kemungkinan berubah, bersabarlah sambil menyemangati suami untuk berubah. Kalau sudah kelas berat, cerai adalah solusi pilihan terakhir.
  8. Memang masalah keuangan rumah tangga agak tabu dibicarakan, tapi kalau tak diselesaikan baik-baik, rumah tangga bakalan jauh dari sakinah, mawaddah warahmah.

InsyaALLAH 8 hal ini sangat penting untuk diketahui oleh suami istri untuk menjaga keharmonisan dalam berumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =