Definisi Penguasa di Indonesia dari Sudut Pandang Islam

oleh

Defisini Penguasa yang ada di Indonesia dari sudut pandang islam Apakah hanya Presiden, atau sampai ke bawahnya hingga pak Lurah dan Pak RT?

Sudah sering ditanyakan dan kami sering menjawabnya dengan definisi yang ditorehkan oleh Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarah Aqidah Sifariniyyah sebagai berikut:

والامامة نوعان: إمامة في الدين، وإمامة في التدبير والتنظيم فمن امامة الدين الامامة في الصلاة، فإن الامام في الصلاة امامته امامة دين ومع ذلك فله نوع من التدبير حيث ان النبي صلى الله عليه وسلم امر بمتابعته ونهى عن سبقه والتخلف عنه فهذا نوع تدبير، لانه مثلا اذا كبّر كبرنا واذا ركع ركعنا واذا سجد سجدنا وهكذا.

واما امامة التدبير فتشمل الامام الاعظم ومن دونه، والامام الاعظم هو الذي له الكلمة العليا في البلاد كالملوك ورؤساء الجمهوريات وما اشبه ذلك
ومن دونه كالوزراء والأمراء وما أشبه ذلك، والأمة الإسلامية بشر كغيرها من البشر، والبشر كائن من الأحياء، وكل حي فلابد له من رئيس.

“Ke-Imaman/kepemimpinan itu ada dua: Imam dalam agama dan imam dalam pengaturan dan sistem.

Diantara imam dalam agama adalah imam shalat. Imam shalat itu jenis keimamannya adalah imam dalam agama, bersamaan dengan itu ia memiliki unsur pengaturan juga, karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengikuti gerakannya, serta melarang dari mendahului atau terlalu terlambat darinya.

Ini merupakan unsur pengaturan karena jika ia bertakbir kita ikut takbir, jika ia rukuk kita ikut rukuk, dan jika ia sujud kita ikut sujud dan seterusnya.

Adapun imam dalam pengaturan dan sistem maka ia mencakup Imamul A’dzom (khalifah) dan jajarannya. Imamul A’dzom adalah yang memiliki kalimat tertinggi di suatu negeri, seperti para raja dan para presiden (pemimpin republik), atau yang semisal dengannya.

Dan yang dibawah komando dia seperti para mentri, gubernur-gubernur dan yang semisal dengannya. Dan umat Islam itu manusia seperti layaknya manusia yang lain, manusia itu makhluk hidup yang mesti membutuhkan pemimpin.” 1)Syarah Aqidah As-Sifariniyah: 1/663 Oleh Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Berdasarkan uraian beliau maka penguasa dalam kasus di Indonesia adalah presiden dan jajarannya, orang yang diberikan wewenang oleh Presiden di berbagai tingkat wilayah termasuk lurah.

Catatan   [ + ]

1. Syarah Aqidah As-Sifariniyah: 1/663 Oleh Al-Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Tentang Penulis: Abul Aswad

Gambar Gravatar
Ustadz Dwi Jarwanto atau Abul Aswad Al Bayaty, Alumni S1 Al-Madinah International University, Ketua Yayasan Hasan bin Ali Al-Islamiyyah Klaten. Khusus Membahas Kitab Mu’aamalatul Hukkam karya Syaikh Abdussalam Barjas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 29 = 38