Mempersiapkan Diri Dalam Menghadapi Musuh Islam

oleh

Ceramah.org – Kondisi di Indonesia pada dasarnya tidak sama dengan kondisi di beberapa negara islam di timur tengah yang harus angkat senjata. Namun melakukan olah raga yang akan menguatkan fisik kita itu diperbolehkan, apakah itu berenang, memanah, naik kuda selama dilakukan tetap dalam koridor syariat (tidak ikhtilath, tidak membuka aurat, dll )

Tapi sebenarnya kekuatan inti yang harus kita persiapkan adalah kekuatan iman dan taqwa. Ini kekuatan yg haqiqi, kekuatan yg sebenarnya. Imam ahlis sunnah di zaman ini Al-Imam Abu Abdillah Muhammad Ibnu Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ta’ala berkata :

ولهذا لو قال لنا قائل الآن: لماذا لا نحارب أمريكا وروسيا وفرنسا وإنجلترا؟! لماذا؟! لعدم القدرة, الأسلحة التي قد ذهب عصرها عندهم هي التي في أيدينا، وهي عند أسلحتهم بمنزلة سكاكين الموقد عند الصواريخ, ما تفيد شيئاً, فكيف يمكن أن نقاتل هؤلاء؟ ولهذا أقول: إنه من الحمق أن يقول قائل أنه يجب علينا أن نقاتل أمريكا وفرنسا وإنجلترا وروسيا! كيف نقاتل؟ هذا تأباه حكمة الله عز وجل, ويأباه شرعه, لكن الواجب علينا أن نفعل ما أمر الله به عز وجل “وأعدوا لهم ما استطعتم من قوة”، هذا الواجب علينا أن نعدلهمما استطعنا من قوة، وأهم قوة نعدها هو الإيمان والتقوى

“’Maka dari itu jika ada orang berkata kepada kita sekarang ; Mengapa kita tidak memerangi Amerika, Rusia, Perancis, Inggris? kenapa ? karena ketiadaan kemampuan. Seluruh persenjataan modern yang ada di zaman ini milik mereka. Dan senjata yang kita miliki dibandingkan dengan senjata mereka seperti pisau dapur yang berhadapan dengan bom roket, tidak ada artinya sama sekali.

Bagaimana kita akan memerangi mereka? Maka dari itu aku katakan termasuk ketololan jika ada orang berkata ; Kita wajib memerangi Amerika, Rusia, Perancis, Inggris.

Bagaimana cara kita memeranginya, ini merupakan hal yang tidak mencocoki hikmah Allah dan syariat. Akan tetapi wajib bagi kita untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan ; ‘Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.’ (QS Al-Anfal : 60).

Ini kewajiban kita untuk menyamai mereka dari sisi kekuatan sesuai kemampuan kita. Dan kekuatan terpenting yang kita gunakan untuk menghadapi mereka ADALAH KEKUATAN KEIMANAN SERTA KETAQWAAN.” (Syarah Kitabul Jihad Bulughul Maram, kaset 1, side B).

Allah ta’ala berfirman :

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ الله بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS Ali Imran : 120).

Melatih fisik untuk menguatkannnya dalam rangka i’dad itu sah-sah saja, tapi itu akan menjadi buruk ketika kita kemudian lalai dari memperbaiki aqidah kaum muslimin.

Berapa ribu kuburan disembah di negri kita dan diagungkan, berapa juta kaum rakyat memakai jimat, berapa ratus ribu masyarakat kita meminta tolong kepada jin dan setan?

Berapa instansi di negri ini yang bebas riba? adakah bank syar’i yang bebas riba. Berapa ribu anak-anak dilahirkan setiap harinya karena zina?

Tidakkah kita menyadari hal ini? apakah kita akan menyangka Allah memberikan pertolongan kepada kaum yang seperti ini keadaannya?

Apakah kita menyangka Allah akan menolong kita hanya dengan memelototi berita-berita?

Kekuatan yang hakiki yang sangat mendesak kita butuhkan saat ini adalah kekuatan iman, kekuatan taqwa, kekuatan tauhid, kekuatan aqidah shahihah. Syaikh Muqbil bin Hadi menyatakan :

فالجدب بسبب ذنوبنا ، والرعب والخوف بسبب ذنوبنا ، وعمى البصيرة وتفرقنا بسبب ذنوبنا ” ومن الذين قالوا إنا نصارى أخذنا ميثاقهم فنسوا حظاً مما ذكروا به فأغرينا بينهم العداوة والبغضاء إلى يوم القيامة ” ، ” وكذلك نولي بعض الظالمين بعضاً بما كانوا يكسبون ” .

فيا أهل معرفة الواقع ارجعوا إلى الواقع ، ارجعوا إلى كتاب الله وإلى سنة رسول الله – صلى الله عليه وعلى آله وسلم – وتمسكوا بهما ، ذنوبنا أضر علينا من امريكا ومن حكامنا

“Paceklik muncul karena dosa kita, rasa takut dan gentar terhadap musuh muncul karena dosa kita, mata hati yang buta serta perpecahan kaum muslimin muncul karena dosa kita, Allah berfirman

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan diantara orang-orang yang mengatakan : “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani“, ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; MAKA KAMI TIMBULKAN DIANTARA MEREKA KEBENCIAN DAN PERMUSUHAN SAMPAI HARI KIAMAT. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Maidah : 14).

Allah juga berfirman :

ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﻧُﻮَﻟِّﻲ ﺑَﻌْﺾَ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺑَﻌْﻀﺎً ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ

“Demikianlah Kami kuasakan orang-orang yang zhalim itu satu sama lain, sebagai akibat dari perbuatan mereka” (QS. Al-An’am: 129).

Wahai orang-orang yang mengetahui realita kembalilah kalian ada realita! Kembalilah kalian pada kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya dan berpegang teguhlah kalian dengan keduanya. DOSA KITA LEBIH MEMBAHAYAKAN KITA DARI PADA AMERIKA DAN PENGUASA KITA.”  (Ghoortul Asyritoh : 2/172).

Wallahu a’lam

Tentang Penulis: Abul Aswad

Gambar Gravatar
Ustadz Dwi Jarwanto atau Abul Aswad Al Bayaty, Alumni S1 Al-Madinah International University, Ketua Yayasan Hasan bin Ali Al-Islamiyyah Klaten. Khusus Membahas Kitab Mu’aamalatul Hukkam karya Syaikh Abdussalam Barjas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 2