Cara Bertaubat dari Menggunjing Orang Lain

oleh

Dalam kitabnya Madarij as-Salikin, Ibnu al-Qayyim rahimahullah memberikan perincian tentang permasalahan “seorang yang mengunjing dan menuduh saudaranya sesama muslim”. Apakah ketika bertaubat dia dipersyaratkan menginformasikan ghibah, namimah, dan tuduhan yang dilakukannya sehingga orang tersebut menghalalkannya; atau dia cukup bertaubat tanpa harus menginformasikan hal tersebut.

Ibnu al-Qayyim menyebutkan dalam hal ini terdapat dua pendapat.

Pendapat pertama, mempersyaratkan agar orang tersebut tetap diinfomasikan perihal ghibah, namimah, dan tuduhan yang dilakukan terhadap dirinya,

Sedangkan Pendapat Kedua menyatakan bahwa hal itu tidak dipersyaratkan. Dia cukup bertaubat yang diketahui oleh Allah dan dirinya; serta membersihkan nama pihak yang digunjing dan dituduh di forum (majelis) ghibah dan tuduhan yang pernah dilakukannya, dengan menyebutkan kebalikan dari ghibah dan tuduhan tersebut.

Dengan begitu, dia mengganti gunjingan dengan memberikan pujian dan sanjungan serta menyebutkan kebaikan orang yang digunjing. Atau mengganti tuduhan yang telah dilontarkan pada orang lain dengan menyebutkan kehormatan orang itu dan membelanya. Sehingga orang yang menggunjing dan menuduh orang lain, bertaubat sekadar ghibah dan gunjingan yang telah dilakukan.

Ibnu al-Qayyim mengatakan, “Pendapat kedua inilah yang dipilih oleh guru kami, Abu al-Abbas Ibnu Taimiyah, semoga Allah menyucikan ruhnya. Alim ulama yang memilih pendapat ini berargumentasi bahwa menginformasikan ghibah pada orang tersebut justru akan memperburuk keadaan, tidak mengandung maslahat, merupakan kebodohan, dan hanya akan menambah sakit hati.”_ [Madarij as-Salikin 1/290-291].

Sumber: Draft E-Book Sakitmu Ladang Pahala.

Tentang Penulis: Azhari

Gambar Gravatar
Seorang sarjana pendidikan yang akhirnya tidak menjadi guru disekolah, tetapi tetap menjadi guru bagi keluarga. Bertugas sebagai editor ceramah.org dan update konten terbaru dari berbagai sumber.