Sikap Seorang Istri Penghuni Surga Ketika Menyakiti dan Disakiti Suami

oleh

Apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri salehah penghuni syurga, setelah MENYAKITI suaminya? jawabannya, meminta keridaan suami.

Apa pula yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri salehah, setelah DISAKITI oleh suaminya? Jawabannya, meminta keridaan suami.

Ya, yang harus dilakukannya adalah meminta maaf dan keridaan sang suami, bukan malah diam seribu bahasa alias ‘ngambekan’, minta dipulangkan ke rumah orangtua, menunjukkan kekesalan lewat kata dan rona wajah, cuek, atau sampai melampiaskan emosi pada benda-benda di sekitarnya.

Apakah anda tidak percaya?

Suatuhari, Nabi Muhammad Shallallaahualaihiwasallam pernah menawarkan sebuah informasi penting untuk para istri, seperti dalam hadis berikut ini.

ألا أخبركم بنسائكم من أهل الجنة؟ الودود، الولود، العؤود على زوجها، التي إذا آذت أو أوذيت، جاءت حتى تأخذ بيد زوجها، ثم تقول والله لا أذوق غمضا حتى ترضى. (رواه الطبراني)

“Apakah kalian mau saya beritahu tentang para istri penghuni syurga? Yaitu, istri yang menampakkan cintanya kepada suami (wadud), subur sehingga banyak anak atau sering melahirkan (walud), dan membawa manfaat untuk suami (a’uud); bila menyakiti atau disakiti suami, maka dirinya akan menghampiri suami lalu meraih tangannya, dan berkata: Saya tidak akan tidur sampai kamu memaafkan”. (HR. at-Thabrani)

Dalam redaksi yang lain disebutkan:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: كُلُّ وَلُودٌ وَدُودٌ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ – أَيْ: زَوْجُهَا – قَالَتْ: هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ لَا أَكْتَحِلُ بِغُمْضٍ حَتَّى تَرْضَى. (رواه الطبراني)

“Apakah kalian mau saya beri tahu tentang para istri penghuni syurga? Para sahabat menjawab, iya. Nabi berkata, setiap istri yang walud, wadud, serta bila dirinya MARAH, DISAKITI atau DIMARAHI oleh suaminya, maka akan berkata (kepada suami): Ini tanganku dalam pegangan tanganmu. Diriku tidak akan tidur sampai dirimu rida (kepadaku)”. (HR. at-Thabrani)

Dalam riwayat lain disebutkan:

أَلا أخْبِرُكمْ بِنِسائِكمْ مِنْ أهْلِ الجَنَّةِ؟ الوَدُودُ الولود العئود الّتِي إِذا ظُلِمَتْ قالَتْ: هذِهِ يَدِي فِي يدك لا أذوق غمضا حتى ترضى. (رواه الطبراني)

“Apakah kalian mau saya beri tahu tentang para istri penghuni syurga? Yaitu, istri yang wadud, walud dan a’uud; bila dizalimi suami maka dia akan berkata (kepada suami): ini tanganku dalam pegangan tanganmu. Diriku tidak akan tidur sampai dirimu memaafkan”. (HR. at-Thabrani)

Terkait kata “dizalimi” di atas, al-Munawi menjelaskan:

يعني ظلمها زوجها بنحو تقصير في إنفاق أو جور في قسم ونحو ذلك

“Maksudnya, dizalimi suami seperti lalai dalam memberi nafkah, tidak adil dalam pembagian (poligami), atau semisalnya”.

Terakhir, beliau mengatakan:

فمن اتصفت بهذه الأوصاف منهن فهي خليقة بكونها من أهل الجنة، وقلما نرى فيهن من هذه صفاتها، فالمرأة الصالحة كالغراب الأعصم.

“Siapa saja dari kalangan istri yang memiliki sifat-sifat ini, maka berarti dirinya diciptakan untuk menjadi penghuni syurga. NAMUN, kita jarang melihat ada istri yang seperti itu. SEBAB, keberadaan istri salehah itu bak burung gagak berwarna putih”.

*Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1776517922380667&id=100000674302346*

Tentang Penulis: Azhari

Gambar Gravatar
Seorang sarjana pendidikan yang akhirnya tidak menjadi guru disekolah, tetapi tetap menjadi guru bagi keluarga. Bertugas sebagai editor ceramah.org dan update konten terbaru dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × = 12