Nikmat dan Azab Kubur

oleh

Diantara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya adzab dan nikmat kubur.

Kewajiban seorang mu’min adalah beriman meskipun belum atau tidak mengetahui hakikat caranya.

Kata “kubur” di sini adalah kebanyakan (keumuman) dan bukan merupakan pembatasan.

Artinya, seseorang akan tetap mendapatkan adzab atau nikmat kubur kalau memang dia berhak, meskipun dia mati dalam keadaan tenggelam atau terbakar sehingga menjadi abu atau dimakan binatang buas dan lain-lain.

⇒ Tentunya dengan cara yang Allāh ketahui.

Dalil adanya adzab kubur di dalam Al Qurān diantaranya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla tentang orang orang-orang munāfiqīn :

ﺳَﻨُﻌَﺬِّﺑُﻬُﻢْ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﻳُﺮَﺩُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻰٰ ﻋَﺬَﺍﺏٍ ﻋَﻈِﻴﻢ

“Kami akan mengadzab mereka dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar.” (QS At Taubah: 101)

Al Imam Ath Thabariy rahimahullāh berkata dalam tafsirnya: “Adzab yang pertama adalah di dunia dan adzab yang kedua adalah di kubur.”

Di dalam hadits Al Barra Ibnu ‘Ādzib radhiyallāhu ‘anhu yang panjang yang menceritakan tentang fitnah, nikmat dan adzab kubur.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayihi wa sallam bersabda:

استعيذوا بالله من عذاب القبر

“Hendaklah kalian berlindung kepada Allāh dari adzab kubur.” (HR Abū Dāwūd dan juga yang lain, hadits shahīh)

Hadist-hadits tentang adzab kubur termasuk muttawātir menurut para ulama.

Di dalam hadist Al Barra’ radhiyallāhu ‘anhu di sebutkan bahwasanya:

⑴ Orang yang beriman apabila bisa menjawab fitnah kubur dengan baik akan:

  • Diberi alas dari surga.
  • Diberi pakaian dari surga.
    Dibuka pintu menuju surga sehingga ia diterpa angin surga dan mencium wanginya bau surga.
  • Diluaskan kuburannya sejauh mata memandang.
  • Ditemani amal shalih yang selama ini lakukan di dunia, yang Allāh wujudkan berupa seorang yang: Berwajah bagus, Berpakaian indah, Berbau wangi

Adapun,

⑵ Orang yang kafir ketika tidak bisa menjawab fitnah kubur dia akan:

  • Diberi alas dari neraka.
  • Pakaian dari neraka.
  • Dibuka pintu menuju neraka sehingga dia diterpa angin yang panas dari neraka.
  • Disempitkan kuburnya sehingga tulang rusuknya saling bersilangan.
  • Ditemani dosa-dosa yang selama ini dilakukan di dunia yang Allāh wujudkan berupa seorang yang: Buruk rupa dan pakaian, Menyengat bau badannya.

Secara umum, kemaksiatan adalah sebab adzab kubur.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah menyebutkan beberapa kemaksiatan yang merupakan sebab adzab kubur diantaranya:

⑴ Namimah (mengadu domba).
⑵ Tidak menjaga kesucian diri dan juga pakaian dari air kencing.

⇒ Sebagaimana di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim.

Adzab kubur bagi orang yang beriman bisa terhenti dan terputus dengan sebab tertentu, di antaranya adalah doa orang yang berziarah.

Cara untuk selamat dari adzab kubur:

⑴ Menghindari kemaksiatan.
⑵ Bertaubat dari kemaksiatan.
⑶ Berdo’a sebelum salam yang diajarkan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، ومِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

(HR Muslim)

Kita memohon kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita semua dari adzab kubur.

Dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.

Tentang Penulis: Abdullah Roy

Gambar Gravatar
Abdullah Roy, Lc. M.A, Nama Asli Roy Grafika Penataran Lahir di Bantul, 1980. S2 Fakultas Dakwah Jurusan Aqidah Universitas Islam Madinah, KSA (th 2010), S3 di Jurusan yang sama di Universitas Islam Madinah, KSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 5 = 2