Gaji Menjadi Pegawai dengan Menyogok dan Bagaimana Solusinya

oleh

Saya masuk menjadi pegawai dengan cara menyogok, Bagaimanakah hukum nya pendapatan yang saya peroleh? Apakah halal? Apakah saya harus berhenti ataukah ada jalan keluar yang lain?

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan taufik dan hidayahnya kepada kaum muslimin yang terlanjur berbuat dosa, tidak ada seorang anak Adam yang selamat dari dosa, tapi anak Adam yang paling baik adalah yang bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla bila terlanjur melakukan dosa.

Bila kita terlanjur melakukan dosa seperti yang dijelaskan tadi, bertaubatlah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan bagaimana anda bertaubat kepada Allāh dalam hal ini

Pertama, Lihat apakah anda memang berhak untuk menempati jabatan tersebut? Dan memang lulus dalam berbagai bentuk.

Ada yang dibolehkan hal ini bila anda umpamanya persyaratan untuk mengikuti tes ini (tes masuk pegawai negeri) adalah pekerjaan tesebut memenuhi syarat semua, hasil tes anda baik, tapi dikarenakan oleh panitianya tidak takut kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla tersebut dia mengatakan nih, nilai anda bagus semuanya bisa lulus tapi harus ada uang pelicin, uang segala macam-segala macam.

Lalu bayar ini, In syā Allāh anda tidak berdosa dalam hal ini dan hasil usaha anda bila anda bekerja tersebut dengan baik, In syā Allāh tidak masalah.

Tapi anda tidak berhak menerima pekerjaan tersebut bila nilai tidak mencukupi, belum lagi test anda sudah membayar maka ini anda berbuat sebuah dosa dan kezhaliman.

Menzhalimi orang yang berhak, lebih berhak daripada anda dan mendapatkan sesuatu yang tidak halal bagi anda.

Bila ini yang terjadi, anda tidak berhak atau anda dengan pemalsukan ijazah atau pemalsuan nilai, pemalsuan hasil, maka ini tidak halal anda disana, sampaikan terus terang apa adanya kepada pihak yang memberikan kerja kepada anda tersebut.

Apapun resikonya hadapi, anda yang harus menggantikan apa yang dapat anda ganti didunia, daripada di akhirat?

Andai dia mengatakan, oh tidak masalah kami akan melihat anda selama ini anda bekerja cakap dan persyaratan penerimaan itu hanya sekedar untuk menguji saja dan anda telah teruji untuk itu, daripada anda berhenti kami butuh ijra’at (proses untuk penerimaan pegawai baru) lebih baik anda bekerja sekarang.

Setelah itu In syā Allāh hasilnya menjadi halal, dan sampaikan kepada dia, kepada penanggung jawab anda diperusahaan tersebut atau di instansi tersebut semoga anda dapatkan jalan keluarnya.

Bila dia mengatakan anda tidak berhak lagi bekerja disini, carilah pekerjaan yang lain.

وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ

Sesungguhnya bumi Allāh Subhānahu wa Ta’āla sangat luas dan rejeki Allāh sangat banyak sekali, dan rejeki tersebut tidak didapatkan dengan cara bermaksiat kepadanya tapi dengan cara mentaati Allāh.

Tentang Penulis: Erwandi Tarmizi

Gambar Gravatar
Dr. Erwandi Tarmizi, MA Lahir di Pekanbaru 30 September 1974, menyelesaikan pendidikan S3 jurusan Ushul fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, 2006-2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 5 =