14 Keutamaan Bulan Ramadhan Yang Harus Kita Ketahui

oleh

Kita akan memasuki bulan Ramadhan dan kita perlu mengetahui bagaimana keutamaan-keutamaan bulan Ramadhān agar kita bersemangat dan bersiap-siap dalam menghadapi bulan Ramadhān.

Para sahabat yang berbahagia, bulan Ramadhān adalah bulan yang agung, yang mana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan bulan ini melebihi bulan-bulan yang lain. Ada beberapa keutaman bulan Ramadhān, di antaranya:

1. Pada bulan ini diturunkan Al Qurān.

Dan semua yang terkait dengan Al Qurān atau bersentuhan dengan Al Qurān maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan angkat derajatnya (Allāh akan muliakan).

Bulan Ramadhān di mana Al Qurān diturunkan di dalamnya, Allāh muliakan bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya. Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًۭى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍۢ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhān adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qurān, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al Baqarah: 185)

Di sini Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjelaskan bahwa; Al Qurān diturunkan dibulan Ramadhān dan Al Qurān adalah mu’zijāt yang terbesar yang Allāh Subhānahu wa Ta’āla berikan kepada Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam (Mu’zijāt tersebut terasa sampai sekarang).

2. diwajibkan kita untuk berpuasa.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam hadīts qudsi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ ,وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Seluruh amalan anak Ādām untuk dia, kecuali puasa, karena puasa itu untukKu dan Aku yang akan membalasnya langsung.”

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menisbahkan puasa adalah untuk Allāh, bukan berarti Allāh butuh, bukan!

Akan tetapi menunjukkan bahwa puasa adalah amalan yang sangat besar sehingga tidak ada yang membalas kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla (langsung Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang membalas).

Kita tidak tahu apa yang akan diberikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla maha pencipta, Allāh yang mengatur alam semesta, begitu besar kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan bagaimana kiranya rajanya para raja yang menguasai alam semesta ini akan memberikan hadiah kepada orang yang berpuasa. Tentunya hadiah yang luar biasa.

Oleh karena itu puasa adalah satu amalan yang sangat besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dalam sebuah hadīts dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, beliau berkata bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tatkala beliau memberikan kabar gembira kepada para shahābatnya:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allāh mewajibkan atas kalian berpuasa padanya.”

Oleh karena itu, kita bersemangat untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhān.

3. Bulan penuh ampunan.

Sebagaimana di dalam sebuah hadīts dari Abū Hurairah, tatkala Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam naik mimbar.

عن أبي هريرة رضي الله عنه ، أن النبي صلى الله عليه وسلم صعد المنبر ، فقال : ” آمين آمين آمين ” . قيل : يا رسول الله ، إنك حين صعدت المنبر قلت : آمين آمين آمين . ، قال : ” إن جبريل أتاني ، فقال : من أدرك شهر رمضان ولم يغفر له فدخل النار فأبعده الله ، قل : آمين ، فقلت : آمين . ومن أدرك أبويه أو أحدهما فلم يبرهما ، فمات فدخل النار فأبعدهa الله ، قل : آمين ، فقلت : آمين

Dari Abi Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, Nabi shalallahu alayhi wasallam naik ke atas mimbar, kemudian Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) mengatakan:

“Āmīn, āmīn, āmīn (Semoga dikabulkan, semoga dikabulkan, semoga dikabulkan) tiga kali.”

Kemudian ditanyakan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Wahai Rasūlullāh, tatkala engkau naik mimbar engkau mengatakan āmīn, āmīn, āmīn, mengapa wahai Rasūlullāh?”

Kemudian beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) mengatakan:

“Sesungguhnya Jibrīl datang kepadaku, dan mengatakan, ‘Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhān dan dia tidak diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla kemudian masuk ke dalam neraka, maka celakalah dia. Katakan: āmīn,’ maka sayapun mengatakan ‘āmīn’.”

Kenapa dia celaka?

Karena pada bulan ini, bulan yang penuh ampunan, sehingga sangat mengherankan apabila seseorang dibulan yang dikucurkan begitu banyak ampunan dia tidak mendapatkan ampunan dari Allāh. Mereka inilah orang-orang yang celaka (orang-orang yang tercegah dari kebaikan).

Maka untuk orang yang seperti ini katakan, “Āmīn, semoga Allāh menjauhkan dia karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya.”

Tentang Penulis: Fauzan Abdullah

Gambar Gravatar
Fauzan Abdullah dengan nama kunyah Abu Shalih, lahir pada tanggal 19 Maret 1980 dan sudah Menikah dengan dikaruniai 3 anak hingga saat ini, Pendidikan terakhir S2 Jurusan Fikih di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, dan saat ini beliau juga menjadi pengasuh di Pesantren MadinatulQuran, Jonggol, Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

34 + = 39