Cara Terbaik Menyambut Bulan Ramadhan

oleh

Alhamdulilāh kita panjatkan puji syukur kehadirat Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah memberikan kenikmatan yang tidak terhingga yang tidak mampu kita menghitungnya.

Sebagaimana firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Seandainya kalian ingin menghitung nikmat Allāh, niscaya kalian tidak bisa menghitungnya.” (QS An Nahl: 18)

Di antara kenikmatan tersebut, adalah:

  • Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan kesehatan kepada kita.
  • Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa menyambut bulan Ramadhān.

Bulan Ramadhan

  1. Bulan yang mulia,
  2. Bulan yang penuh dengan kebaikan,
  3. Bulan yang penuh dengan ampunan,
  4. Bulan di mana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menurunkan Al Qur’ān,
  5. Bulan di mana Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan satu malam lebih baik daripada seribu bulan (malam lailatul qadr, malam yang penuh dengan kemuliaan).
  6. Bulan di mana para salaf (para shahābat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam) begitu bergembira menyambut bulan ini (Ramadhān).

Oleh karena itu ikhwāny fīddīn A’ādzaniyallāh wa Iyyākum (minan nār).

Hendaklah kita senantiasa berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla agar Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan taufīq kepada kita, agar bisa menyambut bulan ini (Ramadhān) dengan penuh kebaikan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan kebaikan-kebaikan yang sangat banyak di dalam bulan ini sehingga ada penyeru dari langit:

يا باغي الخير أقبل , ويا باغي الشر أقصر

“Wahai orang-orang yang menginginkan kebaikan, terimalah (sambutlah), wahai orang-orang yang tengelam di dalam perbuatan keburukan (orang-orang yang senantiasa menginginkan keburukan) berhentilah.”

Karena di bulan ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla turunkan berbagai macam ampunan kepada hamba-hamba-Nya.

Para salaf terdahulu, para shahābat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, mereka sangat bergembira dengan datangnya bulan Ramadhān. Bagaimana tidak?

Pada bulan Ramadhān kita disyari’atkan untuk berpuasa dan dia (puasa) adalah salah satu rukun di antara rukun Islām.

Sebagaimana sabda Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَحَجُّ الْبَيْتِ

“Agama Islām ini dibangun di atas lima rukun (perkara) yaitu: ⑴ Bersyahadat bahwasanya tidak ada ilāh selain Allāh dan Muhammad adalah rasūl Allāh, ⑵ menegakan shalāt, ⑶ menunaikan zakāt, ⑷ berpuasa dibulan Ramadhan dan ⑸ melaksanakan ibadah haji.” (Muttafaqun ‘alayh, Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Oleh karena itu, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam senantiasa memberikan kabar gembira kepada para shahābatnya. Ini menunjukkan bahwa Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam sangat bahagia dengan datangnya bulan Ramadhān.

Demikian juga para shahābat, mereka sangat bahagia dengan bulan Ramadhān, sehingga diberikan kabar gembira kepada mereka, sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada shahābatnya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhān, bulan yang penuh keberkahan, Allāh Subhānahu wa Ta’āla mewajibkan kepada kalian berpuasa di bulan tersebut, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithān-syaithān dibelengu. Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan di malam tersebut satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa yang dia tercegah dari kebaikan di dalamnya maka ini adalah orang yang sangat merugi.” (Hadīts shahīh riwayat Imām An Nassā’i nomor 2106)

→ Merugi, karena dia tidak bisa mendapatkan kebaikan-kebaikan yang begitu banyak dibulan Ramadhān”

Oleh karena itu ikhwāh fīdīn, hendaklah kita berusaha dan menyiapkan diri kita untuk menyambut bulan Ramadhān, agar kita mendapatkan kebaikan-kebaikan yang banyak.

Tentang Penulis: Fauzan Abdullah

Gambar Gravatar
Fauzan Abdullah dengan nama kunyah Abu Shalih, lahir pada tanggal 19 Maret 1980 dan sudah Menikah dengan dikaruniai 3 anak hingga saat ini, Pendidikan terakhir S2 Jurusan Fikih di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia, dan saat ini beliau juga menjadi pengasuh di Pesantren MadinatulQuran, Jonggol, Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 5 =