Saudariku, Syukuri Kebaikan Suamimu Sebelum Terlambat!

Ceramah.org – Panas setahun dihapus hujan sehari. Ungkapan ini terasa pas untuk menggambarkan bagaimana sikap kebanyakan istri terhadap suaminya. Kebaikan suami yang demikian banyak, berubah menjadi tak bernilai ketika suami berbuat salah. Sikap enggan untuk mensyukuri kebaikan suami ini termasuk penyebab mayoritas penghuni neraka adalah wanita. Semoga bukan Anda wahai muslimah yang membaca caption ini.

Salah satu bentuk mengingkarinya adalah ungkapan istri. “Abi TIDAK PERNAH memahami aku”, “KAPAN Abi pernah kasih hadiah sama aku?”, “GAK PERNAH Abi romantis kayak itu” dst. Meskipun ucapan ini terkadang hanya “main-main/bercanda” tetapi tetap saja ini merupakan suatu bentuk pengingkaran (tidak boleh berbohong meskipun bercanda).

Merajut dan menjalin tali pernikahan agar selalu berjalan baik tidak bisa dikatakan mudah bak membalik kedua telapak tangan, karena dibutuhkan ilmu dan ketakwaan untuk menjalaninya. Seorang suami butuh bekal ilmu agar ia tahu bagaimana menakhodai rumah tangganya.

Istri pun demikian, ia harus tahu bagaimana menjadi seorang istri yang baik dan bagaimana kedudukan seorang suami dalam syariat ini. Masing-masing punya hak dan kewajiban yang harus ditunaikan agar jalinan itu tidak goncang ataupun terputus.

Ada ancaman keras bagi wanita yang tidak mensyukuri kebaikan suaminya padahal wanita itu butuh kepada kebaikan suami. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .

[HR. An-Nasa’iy, Ash-Shahihah 289]

Bagi para suami hendaknya memahami sifat ini dan menasehati istri dengan cara yang baik. Terkadang ucapan wanita kasar bahkan “nyelekit” ke suami karena “bengkoknya” tapi dasarnya mereka sangat cinta kepada suaminya. Pelukan sambil terus mendengarkan “omelan” dan nasehat setelah tenangnya istri adalah solusi.

Saudariku, janganlah engkau sakiti suamimu dengan tidak mensyukuri apa yang telah diberikannya. Ingatlah, suamimu hanya sementara waktu menemanimu di dunia, kemudian dia akan berpisah denganmu dan berkumpul dengan para bidadari surga yang murka kala engkau menyakitinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 4