Anak Mencontoh Prilaku Orang Tua, Karena Itu Berprilaku Baiklah

Ceramah.org – Pada pertemuan ini kita akan membahas sub judul: “Di antara dampak baik amal shālih yang dilakukan orang tua terhadap pendidikan anak-anak adalah bahwa mereka mengikuti perbuatan baik yang dilakukan orang tua“.

Seorang anak yang keseharian melihat orang ayahnya selalu berdzikir, bertahlil, bertahmid dan bertasbih maka dia pun akan mudah untuk mengucapkan:

لاإله إلا الله، سبحان الله، الله اكبر

Akan berdampak positif bagi anak yang melihat tersebut.

Begitu pula seorang anak yang disuruh orang tuanya misalnya untuk memberikan sedekah kepada faqir miskin pada malam hari secara rahasia, ini akan memberikan dampak positif. Berbeda dengan anak yang disuruh oleh ayahnya misalnya untuk membeli rokok.

Demikian pula seorang anak yang selalu melihat ayahnya berpuasa Senin Kamis, ikut serta dalam shalāt berjama’ah di masjid, jelas akan berbeda dengan seorang anak yang melihat ayahnya berada di tempat maksiat (misalnya) perjudian atau bioskop serta tempat-tempat hiburan lainnya.

Anak yang selalu mendengarkan suara adzan ia akan mengulang-ulang lantunan adzan. Dan anak yang terbiasa mendengarkan lantunan muratal dia akan terbiasa membaca lantunan Al Quran tersebut bahkan dia akan hapal sejak kecil.

Tapi sebaliknya, na’udzubillahi min dzalik, anak yang terbiasa mendengarkan ayahnya bernyanyi (misalnya) atau memutar lagu lagu, maka anak tersebut akan pintar bernyanyi dan bermain musik kelak.

Jadi lihatlah, dampak dari perbuatan ayah tersebut.

Perbuatan baik maka akan ditiru baik oleh anaknya. Perbuatan kedua orang tua yang buruk maka akan ditiru buruk pula oleh anak-anaknya kelak.

Disebutkan dalam sebuah kitab yang maknanya, “Apabila seorang ayah senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berdo’a untuk mereka dan memohonkan ampunan kepada Allāh bagi keduanya, selalu memperhatikan keduanya, memastikan ketenangan untuk keduanya, selalu memenuhi kebutuhan keduanya. Maka si anak pun kelak akan demikian.”

Si anak akan mendo’akan kedua orang tuanya dengan mengucapkan:

رَبِّ ارحَمهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Ya Allah, kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.”

Berbakti kepada kedua orang tuanya ketika kedua orang tuanya masih hidup. Kelak ketika kedua orang tuanya meninggal dunia dia akan berziarah ke makam kedua orang tuanya. Karena anak akan meniru apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

إن خيراً فخير وإن شراً فشر

“Jika yang dilakukan oleh kedua orang tuanya baik maka yang ditirunya juga baik dan jika yang dilakukan kedua orang tuanya buruk maka yang ditiru anaknya juga buruk.”

Anak yang dididik shalat oleh kedua orang tuanya jelas akan berbeda dengan seorang anak yang biasa diajarkan menonton film, mendengarkan musik atau menonton sepak bola.

Jika seorang anak melihat kedua orang tuanya melakukan shalat malam, menangis karena takut kepada Allāh dan membaca Al Quran niscaya dia akan berfikir kenapa ayahku menangis? Kenapa ayahku melakukan shalat? Kenapa ayahku bangun pada sepertiga malam terakhir lalu mengambil air wudhu? Kenapa ayahku meninggalkan tempat tidurnya dengan memilih memohon kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap?

Semua pertanyaan ini akan selalu tertanam di dalam pikiran seorang anak dan selalu memikirkannya yang pada akhirnya si anak dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meniru apa saja yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Demikian pula anak perempuan yang melihat ibunya selalu berhijab dan menutup diri dari laki-laki lain. Dia telah dihiasi dengan rasa malu dengan sikap menjaga kehormatan.

Jika ibunya demikian, niscaya anaknya akan belajar menanamkan rasa malu juga, menjaga kehormatan, kebersihan diri dan kesucian jiwa dari ibunya. In syā Allah kelak si anak akan menjadi wanita shalihah.

Oleh karena itu, wahai ayah dan ibu. Bertaqwalah kalian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan contohkanlah amal-amal shālih yang kita lakukan lillah (karena Allāh).

Ingatlah dampak positif lainnya. Anak-anak kita akan meniru kita. Jika amal kita shalih maka mereka akan meniru kita. Sebaliknya jika kita beramal buruk maka mereka akan meniru juga.

Oleh karena itu jadilah kita sebagai suri tauladan bagi mereka dengan perangai yang baik dan tabi’at yang mulia.

Sebelum itu semua, jadilah kalian sebagai suri tauladan dengan memegang teguh agama dan rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 × = 64