Mengapa Aku Sakit?

Ceramah.org – Mengapa seorang muslim diuji dengan musibah, khususnya musibah berupa penyakit? Jawabannya adalah karena penyakit disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

1. Lalai Menunaikan Perintah Allah

Terkadang seorang hamba lalai dalam menunaikan perintah Allah ta’ala, sehingga penyakit yang dideritanya merupakan hukuman dari Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman,

لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَآ أَمَانِىِّ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوٓءًۭا يُجْزَ بِهِۦ وَلَا يَجِدْ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيًّۭا وَلَا نَصِيرًۭا ۝١٢٣

(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.


dan Allah juga berfirman,

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ ۝٣٠

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

Salah seorang salaf mengatakan, 

“Demi Allah, ketika aku berbuat dosa, sungguh aku melihat balasannya pada fisik, keluarga, harta, dan kendaraanku.”

2. Kaffarah penghapus dosa

Penyakit terkadang merupakan kaffarah yang menghapuskan dosa hamba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah-gulana, maupun duri yang mengenainya adalah ujian baginya. Dengan ujian itu, Allah mengampuni dosa- dosanya”

3. Mengangkat Kedudukan di Akhirat

Sebab yang ketiga adalah terkadang penyakit adalah faktor yang akan mengangkat kedudukan kelak di akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya seseorang akan memiliki kedudukan di sisi Allah, yang tidak akan mampu dicapainya dengan mengerjakan amalan apa pun. Kedudukan tersebut dicapai karena Allah senantiasa menguji dirinya dengan sesuatu yang tidak disukai.” [HR. Abu Ya’la: 6095 dan al-Hakim 1/344. Dinilai hasan oleh al-Albani]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa yang diinginkan kebaikan Allah, niscaya akan diuji dengan musibah.” [HR. al-Bukhari: 5645]

Beliau juga bersabda,

“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya Allah akan menguji mereka.” [HR. at-Tirmidzi: 2396; Ibnu Majah; 4031; Ahmad: 23683. Dinilai shahih oleh al-Albani]

4. Menolak Bala

Terkadang penyakit merupakan sebab tertolaknya bala berdasarkan keumuman firman Allah ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًۭٔا وَهُوَ شَرٌّۭ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ ۝٢١٦

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Inilah keempat sebab timbulnya suatu penyakit, terkadang sebab-sebab itu terkumpul pada satu penyakit dan terkadang terpisah.

Tanyakanlah pada dirimu, pada golongan yang mana dirimu berada?
Jika engkau –dan insya Allah demikianlah kondisimu yang sebenarnya- adalah seorang yang menjaga segala kewajiban yang ditetapkan Allah, maka optimislah bahwa penyakit yang diderita adalah sebab yang akan mengangkat kedudukanmu di sisi Allah atau sebagai kaffarah yang akan menghapus dosa- dosamu yang telah lalu.

Selalu koreksi dirimu –semoga Allah memberkahimu-, cek dan ricek kondisimu dari waktu ke waktu, karena melakukan kesalahan bukanlah aib, tapi aib dan kesalahan yang sebenarnya adalah seseorang membiarkan dirinya terus-menerus bergelimang dalam kesalahan. Saya memohon kepada Allah agar menjadikan penyakitmu sebab yang mengangkat kedudukanmu di dunia dan di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 12 = 22