14 Keutamaan Puasa Sesuai Hadist Shahih

Karena puasa ini adalah ibadah yang sangat mulia dan kita berharap dengan kita mengetahui keutamaan-keutamaan tersebut kita dapat menghadirkan di dalam hati kita, kita berpuasa dengan penuh semangat dan penuh harap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

1. Untuk ALLAH dan ALLAH yang akan Membalasnya

Bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengandengkan amalan puasa kepada Allah, menjadikan bahwasanya amalan itu adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Menunjukkan bahwasanya amalan tersebut adalah amalan yang sangat mulia, sebagaimana yang disebutkan didalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwasanya beliau berkata, Rasulullah  shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadits qudsi.

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Seluruh amalan anak Adam adalah untuk dia kecuali shiyam, karena sesungguhnya puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” [Muttafaqun ‘alaih]

Di sini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengidhafahkan (menyandarkan) bahwasanya amalan puasa adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak butuh amalan hamba-hamba-Nya.

Allah Maha Kaya, akan tetapi disini Allah ingin menunjukkan bahwasanya amalan tersebut (amalan puasa) adalah amalan yang sangat mulia sehingga Allah mengatakan:

 فَإِنَّهُ لِي

“Bahwa amalan tersebut adalah untuk-Ku. Ini menunjukkan kemuliaan dari amalan tersebut.

2. Amalan Shalih tidak ada Bandingannya

Bahwasanya puasa adalah termasuk amalan yang paling afdhal di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dia adalah amalan shalih yang tidak ada bandingannya.

Dari Abi Umamah Al Bahiliy radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, beliau berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِأَمْرٍ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهِ

“Ya Rasulullah, perintahkan saya dengan sesuatu hal yang Allah berikan manfaatnya kepada saya dengan perkara tersebut ?”

قَالَ عَلَيْكَ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ لاَ مِثْلَ لَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menjawab:

“Berpuasalah kamu, karena sesungguhnya tidak ada yang semisalnya (tidak ada bandingannya).” (Hadits riwayat Imam Ahmad, An Nassa’i dan dishahihkan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah)

3. Puasa Perisai Dunia & Akhirat

Bahwasanya puasa itu adalah perisai dari penyakit syahwat dunia dan juga dari adzab di akhirat.

Sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ

Puasa adalah perisai, maka jangan lah berbuat rafats dan berbuat sesuatu hal yang sia-sia, apabila ada seorang yang mengajak berkelahi atau mencelanya maka katakanlah, “Saya ini berpuasa, saya ini berpuasa” (Hadits riwayat Bukhari nomor 1894)

Rafats adalah perkara-perkara yang terkait dengan perkara-perkara antara laki-laki dan wanita (perkara jorok) dan lain sebagainya.

Dalam hadits yang lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ وَحِصْنٌ حَصِينٌ مِنَ النَّارِ

“Bahwasanya puasa itu adalah perisai yang kuat dari api neraka dia akan membentengi seseorang dari api neraka.” (Hadits riwayat Imam Ahmad, dihasankan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah)

4. Mendapatkan Pahala Sabar

Orang yang berpuasa mendapatkan pahala sabar, karena orang yang berpuasa melakukan atau dia bersabar pada tiga hal, yaitu:

  1. Bersabar melaksanakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (berpuasa).
  2. Bersabar dari perbuatan maksiat.
  3. Bersabar akan taqdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS Az Zummar: 10)

⇒ Orang yang berpuasa mendapatkan pahala orang yang bersabar.

5. Puasa sebagai Kafarah

Orang yang berpuasa dia menjadikan puasanya tersebut sebagai kafarah (penebus dosa atau kesalahan-kesalahan yang dia lakukan).

Sebagaimana di dalam sebuah hadits dari Hudzaifah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَنَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْىُ عَنِ الْمُنْكَرِ

‌”Ujian seseorang itu ada pada keluarganya, hartanya, pada dirinya, pada anaknya maupun pada tetangganya. Maka hal itu akan ditebus dengan berpuasa juga shalat dan sedekah, begitu juga perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.” (Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Maksud “fitnaturrajul” (فِتْنَةُ الرَّجُلِ) di sini yaitu ujian.

Manusia itu senantiasa diuji. Baik pada dirinya, anaknya sehingga terkadang dia berbuat salah berbuat dosa, maka sebagai kafarahnya (penebusnya) adalah dengan dia berpuasa.

6. Puasa Sebagai Syafaat di Akhirat

Bagi orang yang senantiasa melaksanakannya (puasa),  maka puasa itu akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafa’at, setelah diizinkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagaimana hadits dari Abdullah bin Amr radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah  shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

Puasa dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata:

“Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku.”

Al Qur’an pun berkata:

“Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku.”

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Maka keduanya akan memberi syafa’at.”

(Hadits riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah)

7. Penyebab Seseorang Masuk Surga

Puasa juga bisa menyebabkan seorang masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di mana surga adalah angan-angan (cita-cita) setiap kita.

Hadits yang menyebutkan tentang hal itu adalah hadits dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu Ta’ala ‘anhu, bahwasanya Rasulullah  shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan pintu Ar Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Dia pintu tersebut berkata:

“Di mana orang yang berpuasa?”

Maka yang berpuasa pun masuk, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terakhir yang puasa, maka ditutuplah pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. (Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

8. Memperoleh Ampunan yang sangat Besar

Puasa itu termasuk amal yang Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan ampunan yang sangat besar bagi orang-orang yang berpuasa.

Dalam sebuah ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَـٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ وَٱلْقَـٰنِتِينَ وَٱلْقَـٰنِتَـٰتِ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ وَٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰبِرَٰتِ وَٱلْخَـٰشِعِينَ وَٱلْخَـٰشِعَـٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَـٰتِ وَٱلصَّـٰٓئِمِينَ وَٱلصَّـٰٓئِمَـٰتِ وَٱلْحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَـٰفِظَـٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةًۭ وَأَجْرًا عَظِيمًۭا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Ahzab: 35)

Jadi disini orang yang berpuasa termasuk yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mendapatkan maghfirah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga pahala yang besar.

9. Mendapat Dua Kebahagiaan

Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

 لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagian yang membahagiakan mereka. Apabila dia berbuka maka dia berbahagia dan jika bertemu dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala  mereka gembira karena puasa yang dilakukannya.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

10. Nafasnya lebih baik dari minyak wangi

Udara atau bau yang keluar dari mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih indah (lebih baik)  daripada bau minyak wangi (misk).

Sebagaimana dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’ala ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk yang paling wangi.”

11. Do’a orang yang berpuasa mustajab

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ثلاث دعوات مستجابات : دعوة الصائم ، ودعوة المظلوم ودعوة المسافر

“Ada tiga do’a yang dikabulkan, do’a orang yang berpuasa, do’anya orang yang dizhalimi, dan do’anya musafir.” (Hadits riwayat Al Baihaqi dan At Thabrani dishahihkan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah)

12. Mensucikan Jiwa

Puasa akan mensucikan jiwa seseorang sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam An Nassa’i.

 ألا أُخْبِرُكُمْ بِمَا يُذْهِبُ وَحَرَ الصَّدْرِ صَوْمُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْر

“Maukah aku kabarkan kalian sesuatu yang bisa menghilangkan kedengkian atau panasnya yang ada di dalam jiwa seseorang ? Puasa tiga hari setiap bulannya.”

Puasa tiga hari setiap bulannya ini bisa menghilangkan kedengkian atau kerusakan yang ada di dalam hati.

13. Masuk Dalam Surga

Orang yang menutup hidupnya dengan berpuasa akan masuk ke dalam surga. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam:

من صام يوما ابتغاء وجه الله ختم له به دخل الجنة

“Barangsiapa yang berpuasa pada satu hari yang dia mengharapkan wajah Allah (keridhaan Allah) dan dia tutup dengan puasa tersebut maka dia akan masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Hadits shahih riwayat Ahmad di shahihkan oleh Syaikh Albaniy rahimahullah)

14. Menjadi jalan Kamar-Kamar dalam Surga

Puasa menjadi jalan pada kamar-kamar yang ada di dalam surga, ini adalah salah satu keutamaannya sebagaimana sebuah hadits.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إن في الجنة غرفاً تُرى ظهورها من بطونها، وبطونها من ظهورها، فقام أعرابي فقال: لمن هي يا رسول الله قال: لمن أطاب الكلام، وأطعم الطعام، وأدام الصيام، وصلى لله بالليل والناس نيام

Sesungguhnya di dalam Surga ada sebuah kamar yang terlihat bagian luarnya dari dalam dan bagian dalamnya dari luar. Lalu seorang Arab Badui berkata:

“Untuk siapakan itu wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda:

“Untuk orang yang perkataannya baik, suka memberi makan, membiasakan puasa dan shalat malam ketika manusia tidur.” (Hadits riwayat Imam Tirmidzi)

Ini adalah beberapa keutamaan yang disebutkan dalam banyak hadits dan masih banyak keutamaan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 × = 60