Tindakan para ulama terdahulu yg jelas dipimpin oleh non muslim

oleh
Tanya JawabKatagori: MuamalahTindakan para ulama terdahulu yg jelas dipimpin oleh non muslim
Gambar GravatarAmelia asked 2 tahun ago

Asslm Ustadz, bagaimanakah tindakan para ulama terdahulu di zaman fathimiyah yg jelas dipimpin oleh non muslim ?

Syukron ustadz
Jazakallaah khoyron
(Dari Amelia)

1 Answers
Gambar GravatarAbul Aswad Staff answered 2 tahun ago

وعليكم السلام و رحمة الله وبر كاته
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Pertama penamaan dinasti Fatimiyyah adalah penamaan yang salah, sengaja dilakukan oleh orang-orang syiah untuk menipu kaum muslimin mengesankan seolah-olah daulah tersebut didirikan oleh keturunan Fatimah radhiyalahu ‘anha.

Yang benar ia adalah daulah ‘Ubaidiyyah didirkan oleh ‘Ubaidullah yang mengaku bergelar Al-Mahdi secara dusta. Imam Adz-Dzahabi berkata :

وفي نسب المهدي أقوالٌ : حاصِلُها : أنَّه ليس بهاشميٍّ ، ولا فاطميٍّ

“Dalam nasabnya Ubaidullah Al-Mahdi ada terdapat banyak versi pendapat ulama kesimpulannya ia bukan keturunan Bani Hasyim bukan pula keturunan Fatimah.” (Siyar A’lamin Nubala’ : 15/151)

Maka tidak benar dan tidak dibenarkan bagi kita menyebut mereka sebagai dinasti Fatimiyyah yang benar mereka adalah dinasti Ubaidiyyah.

Mereka ini adalah kelompok kafir dan mendirikan dinasti kafir, Imam Ibnu Khallikan berkata :

وذلك لأنهم ادَّعوا علم المغيبات ، ولهم في ذلك أخبار مشهورة .

“Dan mereka itu mengklaim ilmu ghaib dan kabar mereka ini sudah sangat masyhur.” (Wafayatul A’yan : 5/373)

Imam Ibnu Katsir berkata :

كان إذا ذكر الخطيب الحاكم يقوم الناس كلهم إجلالاً له، وكذلك فعلوا بديار مصر مع زيادة السجود له، وكانوا يسجدون عند ذكره، يسجد من هو في الصلاة ومن هو في الأسواق يسجدون لسجودهم، لعنه الله وقبحه

“Mereka itu jika khatib menyebut penguasa mereka maka manusia akan berdiri dalam rangka memuliakan penguasanya, demikian pula yang dilakukan di Mesir dengan ditambahi sujud kepada penguasa mereka. Mereka bersujud ketika nama penguasa mereka disebut, semuanya bersujud baik ketika sedang shalat, sedang di pasar mereka bersujud kepada mereka, semoga Allah melaknat serta memperburuk mereka.” (Al-Bidayah Wan-Nihayah : 11/386).

Dan para ulama banyak yang melancarkan jihad kepada para pengikut kekafiran ini di masa itu. Hanya saja yang namanya jihad fi sabilillah ada aturan syarat serta ketentuannya di dalam syariat. Diantaranya dengan mempertimbangkan kekuatan, persenjataan dan lain-lain hal yang sudah dijelaskan para ulama di dalam kitab-kitab mereka