Zakat untuk Mertua dan Orang yang terlilit Hutang

Tanya JawabKatagori: FikihZakat untuk Mertua dan Orang yang terlilit Hutang
Abu Umar asked 2 tahun ago

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

  1. Bolehkah mertua diberikan zakat, Ustadz?
  2. Dan apakah zakat bisa diberikan kepada orang yang terlilit hutang?

Syukron – Abu Umair

1 Answers
Erwandi Tarmizi Staff answered 2 tahun ago

وعليكـمــ اﻟسّلامــ ورحمـۃ اﻟلّـہ وبركاتہ

Mertua BOLEH menerima zakat karena dia bukan ushul*) dan furu’ anda, maka boleh Anda berikan zakat kepada dia.

KECUALI jika mertua tadi tinggal bersama Anda dan Anda berikan nafkah harian dia, maka TIDAK BOLEH. Kalau dia tidak tinggal bersama Anda, maka BOLEH zakat diberikan kepada dia

Yang termasuk terlilit utang adalah utang untuk hal yang mubah dan dia tidak memiliki asset untuk menutupi hutangnya, ini yang penting.

Dan tidak berlebih-lebihan dalam berhutang untuk kebutuhan yang mubah **)

Kalau orang berhutang untuk kebutuhan yang dibolehkan dan ada hajah, akan tapi gaya hidupnya adalah berhutang, beli rumah hutang, beli motor hutang, beli panci hutang semuanya hutang, orang seperti ini tidak boleh diberikan zakat sebagai gharimin.

Sedangkan kalau berhutang untuk rumah karena memang tidak mampu untuk beli atau membuat rumah dan dia mempunyai gajinya dan diperkirakan mampu untuk membayarnya, tapi kemudian ternyata tidak mampu untuk membayar hutangnya maka boleh anda bayarkan hutang dia.

Akan tetapi yang sudah jatuh tempo angsurannya selama 1 tahun.

Sedangkan yang untuk kedepannya (angsuran yang selanjutnya) tidak boleh karena belum jatuh temponya. *)

Jatuh tempo setahun ini artinya angsuran atau hutang rumah dari tahun kemarin sampai tahun sekarang, yang seharusnya dibayarkan, ternyata tidak mampu dia bayar.

Jadi yang ini jatuh tempo boleh Anda tutupi hutangnya, tapi untuk 10 tahun kedepan tidak boleh, karena belum jatuh temponya.

Saya kira bisa dibedakan mana yang tergolong orang yg mustahik almusath minnal gharimin (orang yang berhutang perlu diberikan zakat) dan mana yang tidak boleh diberikan zakat.

*) Silsilah dengan jalur ke atas, seperti bapak, kakek, terus ke atas. Berbeda dengan furu’ yaitu jalur ke bawah, seperti anak, cucu, dan terus ke bawah.

**) Syarat: Hutangnya untuk yang mubah dan tidak boleh untuk sesuatu yang haram.

*) Pada hutang rumah biasanya temponya bertahun-tahun maka yang dibayarkan adalah yang jatuh tempo tahun itu saja.

Ditranskip oleh : Team Transkip BiAS & ETA